Sejarah Istana Negara Di Indonesia

Sejarah Istana Negara Di Indonesia


Di setiap pemerintahan negara pasti masing-masing negara nya mempunyai istana negara yang di gunakan sebagai tempat rapat bagi presidennya. Istana negara sendiri adalah gedung kepresidenan yang ada di veteran, Jakarta Pusat. Letak istana negara ini ada pada satu kompleks dengan istana merdeka yang ada pada bagian selatan negara. Istana negara ini mempunyai luas dengan keseluruhan mencapai 68 ribu meter persegi. Di dalam kompleks istana negara pun ada 3 bangunan penting yaitu Bina Graha, Wisma Negara dan kantor Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Meski berada dalam satu kompleks dengan istana merdeka, akan tetapi yang membedakan dari kedua gedung itu adalah Istana Negara menghadap ke arah jalan Veteran, namun untuk Istana Merdeka menghadap ke arah Medan merdeka. Dan bagaimana sejarah dari Istana Negara di Indonesia? Dahulu istana negara yang mempunyai adalah pengusaha Belanda. Dimana awalnya, kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta hanya ada satu bangunan, yaitu Istana Negara. Gedung itu sudah di bangun sejak tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus Van Overstraten dan selesai di bangun pada tahun 1804 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johanes Siberg. Pada dahulu kala, gedung ini adalah rumah dimana pengusaha Belanda, J A Van Braam beristirahat. Ketika itu, daerah yang di kenal dengan nama Harmoni memang merupakan tempat paling bergengsi di Batavia baru. Gedung ini pada tahun 1821 telah di beli oleh pemerintahan kolonial yang berprofesi sebagai pengusaha belanda. Pada tahun 1820, rumah tempat dimana Van Braam itu telah di sewa dan di beli oleh pemerintahan kolonial di tahun 1821. Pemerintahan kolonial telah membeli gedung ini yang nantinya di gunakan mereka sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Bahkan gedung ini di gunakan sebagai tempat tinggal gubernur yang mempunyai urusan di Batavia (Jakarta). Disini para gubernur jenderal pada saat itu lebih banyak memilih Istana Bogor yang masih mempunyai udara sejuk. Akan tetapi tetap harus turun ke Batavia untuk menghadiri pertemuan Dewan Hindia Setia Rabu. Bahkan rumah dari Van Braam itu memang di pilih untuk kepala koloni karena Istana Daendels di lapangan Banteng yang belum selesai. Namun, setelah di selesaikan gedung ini hanya digunakan sebagai kantor pemerintahan saja. Istana Negara sendiri dulunya disebut dengan Istana Rijswjik dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting. Bahkan selama masa pemeritahan Hindia Belanda, gedung ini di kenal dengan Istana Rijswijk. Istana ini juga mempunyai peran dari berbagai peristiwa penting. Adapula diantaranya menjadi saksi pada saat sistem tanam paksa atau cultuur stelsel yang di tetapkan Gubernur Jenderal Graaf Van Den Bosh. Kemudian dalam penandatanganan Persetujuan Linggarjati 25 Maret 1947, dimana pihak Indonesia di wakili oleh Sutan Syahrir dan Pihak Belanda di wakili oleh H.J. Van Mook. Pada tahun 1873 Istana Merdeka sudah mulai di bangun. Dimana awal mulanya, Istana Negara yang mempunyai luas 3.375 meter persegi ini bertingkat dua. Namun, pada tahun 1848, bagian atas di bongkar dan bagian depan lantai bawah di buat lebih besar untuk memberi kesan lebih formil. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 ini masih bertahan sampai sekarang tanpa ada perubahan yang signifikan. Namun karena Istana Rijswijk ini mulai sempit, masa di masa pemerintahan gubernur Jenderal J.W Van Lansberge di tahun 1873, disini lah mulai di bangun Istana baru pada kaveling yang sama. Dan Istana itu dinamakan Paleis Te Koningspleinatau Istana Gambir yang kemudian di ketahui sebagai nama Istana Merdeka, sesudah Indonesia merdeka. Istana negara pun sering di jadikan tempat menyelenggarakan acara yang bersifat kenegaraan. Setelah Indonesia merdeka, Istana Negara di pakai sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara. Dan sampai sekarang selalu di pakai sebagai temapt menyelenggarakan acara-acar yang bersifat kenegaraan. Dan itulah sedikit sejarah mengenai Istana yang ada di negara kita, semoga bisa mendapat ilmu pengetahuan kita semua.


Melihat Si Cantik Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung

Melihat Si Cantik Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung / Wisata


Menjaga Stamina Sehat Dan Segar Di Bulan Puasa

Menjaga Stamina Sehat Dan Segar Di Bulan Puasa / Tips Dan Trik


44 Pendaki Belum Berhasil Dievakuasi, Karena Gunung Lawu Terbakar

44 Pendaki Belum Berhasil Dievakuasi, Karena Gunung Lawu Terbakar / Breaking News 


Ponsel Terbaru Sony dengan Layar OLED 4k Pertama di Dunia

Ponsel Terbaru Sony dengan Layar OLED 4k / Ponsel Terbaru


Subscribe

Leave us your e-mail

Submit
Email Us


Namalo News adalah situs web berita, hiburan, dan musik Anda. Namalo News menyediakan berbagai berita dan video terbaru langsung dari industri hiburan dari dalam maupun luar negeri. Kami menyajikan informasi berdasarkan fakta bukan sekedar berita.

Follow Us

Get in Touch

Namalo News Situs Berita Online
Tel: +62 813 6632 9321
Whatsapp Us
Namalo News Situs Berita Online
Jl. Boulevard Raya Blok WE2 no 8B, Kelapa Gading