Pesugihan Tanpa Tumbal Nyawa ! Ki Poleng Bulus Jimbung

Pesugihan Tanpa Tumbal Nyawa ! Ki Poleng Bulus Jimbung



Tiap hari silih berganti orang datang ke Sendang Jimbung. Syarat ritualnya hanya menyediakan kemenyan, candu, nasi tumpeng plus panggang ayam kampung, minyak wangi, daging ayam mentah serta kembang tiga macam. Dalam beberapa hari atau berselang beberapa minggu setelah ritual dilakukan, pencari pesugihan cepat segera kaya dan kekayaannya terus bertambah kian melimpah.

Sendang Jimbung  terletak di Desa Jimbung,  Kecamatan  Kalikotes,  Kabupaten Klaten, Jawa Tengah . “Walaupun tidak seperti mata air alami lain yang berada di daerah Klaten Utara, air yang dihasilkan Sendang Jimbung ini meski tidak melimpah,  tetapi tersedia setiap saat tanpa kenal musim.” Jelas Pak Ruri Juru Kuncen Bulus Jimbung kepada  Sulis Sutrisna, NAMALONEWS beberapa waktu lalu.

“Di pinggiran kolam juga terdapat dua buah pohon besar yang sudah berumur puluhan tahun. Keberadaan pohon besar inilah yang diduga dapat mengikat dan menyimpan air tanah dari sekitar lokasi sendang. Pohon sejenis  randu ini memberikan kesan teduh sekaligus suasana mistik di area sekitar sendang.” lanjut pria 70 tahun yang hobi memelihara aneka burung hias ini.

Sampai di Sendang Jimbung terlihat dengan kasat mata sebuah sendang yang diberi pagar pembatas. “Pada sisi timur sendang, tumbuh sebuah pohon randu yang usianya sudah ratusan tahun.  Itulah sendang tempat orang mencari pesugihan. Di sendang itulah bulus berada,” tambahnya sembari member tahu dan menunjuk pohon yang dimaksud pada NAMALONEWS.

Mendapatkan Pesugihan. Menurut  Mbah Ruri,   kepada NAMALONEWS, “Untuk mendapatkan pesugihan di tempat yang saya jaga ini, pelaku harus melakukan perjanjian gaib dengan penguasa gaib Sendang Jimbung.”

“Maksudnya ,Ki?” tanya NAMALONEWS.

“Agar bisa melakukan perjanjian gaib, pelaku harus melakukan ritual di tepi Sendang Jimbung. Syarat ritualnya harus menyediakan kemenyan, candu, nasi tumpeng plus panggang ayam kampung, minyak wangi, daging ayam mentah serta kembang tiga macam. Setelah semua perlengkapan ritual tersebut terpenuhi, pelaku dapat langsung melakukan ritual di tepi sendang….” Jelas bapak yang sudah lebih dari empat puluh tahun menjadi juru kunci Sendang Jimbung ini.

“Gampangnya lagi, prosesi ritual dapat dilakukan siang hari. Setelah prosesi mempersembahkan sesaji ini usai, prosesi selanjutnya yakni tapa kungkum (merendam diri)  di dalam sendang. Pada saat melakukan tapa kungkum yang lamanya tak lebih satu jam inilah, pelaku dapat mengutarakan permintaan serta niatnya kepada penguasa gaib Sendang Jimbung.” Tambah bapak beranak tiga ini.

Kolam yang kotor akibat banyaknya daun yang terjatuh dari pohon besar menjadikan tempat ini kelihatan serem. Mbah Ruri  menjelaskan bahwa di dalam sendang terdapat seekor bulus putih yang tak bisa dilihat oleh sembarangan orang.

“Sing saget mirsani ki poleng nggih piyayi ingkang bejo kemawon.” (yang bisa melihat ki poleng/bulus itu ya hanya orang yang beruntung saja, red).

Siapa pun yang telah menyetujui untuk bersekutu dengan danyang sendang ini harus menyiapkan bermacam-macam sesaji yang berupa bunga tujuh  warna dan buah-buahan sebagai pelengkap. Setelah siap sesajinya maka ritual akan dimulai. Oleh Mbah Ruri dikatakan  bahwa mandi di Sendang Jimbung adalah suatu keharusan.

“Kedahe siram rumiyin wonten sendang niki trus mangke sajenipun dipun tilar wonten ing ngandhap  uwit gede niki” (Seharusnya  mandi  terlebih dahulu di sendang ini lalu sesajinya ditinggal di bawah pohon besar ini, red) sembari menunjuk kolam dan pohon. Ini memakan waktu satu hari satu malam dan orang yang sedang “nglakoni“ tidak boleh meninggalkan Sendang Jimbung sebelum waktu yang ditentukan berakhir.

Mulainya harus malam Jumat Kliwon. Syarat lainnya adalah, bagi mereka yang telah dikabulkan harus melakukan tasyakuran setiap bulan syuro di ‘Sendang Jimbung’. Bila ini dilanggar fatal akibatnya bagi pencari pesugihan tersebut. Ada pantangan yang harus dihindari oleh para pamuja Eyang Poleng, pantangan tersebut tidak boleh membunuh hewan bulus secara sengaja atau tidak. Karena bila membunuh hewan bulus maka hidup sang pemuja itu tidak begitu lama, akan mati sebelum jadwal maut yang dijadwalkan datang. Setiap malam Jum’at Kliwon si pelaku juga tidak boleh absen datang ke sendang, meski dia sudah sukses sekalipun tidak boleh lupa.

“Bila sampai lupa, maka akan ada seekor bulus yang datang berkunjung ke rumah sang pemuja tadi. Kedatangan pertama bulus ini sekadar mengingatkan. Namun bila sampai dua malam Jum’at Kliwon dirinya tidak sowan atau tidak menghadap, maka dalam bulan tersebut, sang pemuja akan dipanggil untuk menghadap oleh siluman penunggu sendang tersebut. Otomatis wujud si pemuja pun akan berubah menjadi seekor bulus seperti para pemuja Eyang Poleng lainnya yang melanggar pantangan,” tambahnya.

Orang yang melakukan lelaku itu jika sudah menyatu  dengan Ki Poleng maka tubuhnya perlahan akan mulai menjadi putih. Semakin banyak tanda putih di tubuhnya maka kekayaan yang didapat pun akan bertambah meruah.  Hal itu dimulai dari tangannya,  kemudian sekujur badannya akan berubah menjadi putih dan jika sudah begitu maka ia akan mati.

Bagi yang dapat melalui ritual ini dan diterima oleh Ki Poleng maka kekayaan akan segera bisa dirasakan dalam beberapa hari atau berselang beberapa minggu setelah ritual dilakukan. Cepat kaya dan terus bertambah kian melimpah. Juga kian melebar belang di sekujur tubuhnya.

Harus Punya Usaha. Pelaku pencari pesugihan Bulus Jimbung harus mempunyai usaha dagang di rumah. Walau hanya kecil-kecilan. Dan hal ini merupakan syarat lain selain melakukan ritual. Lalu, bagaimana penguasa gaib Sendang Jimbung memberikan pesugihan kepada pelaku? Ternyata, dengan sarana berdagang itulah, penguasaha gaib Sendang Jimbung memberikan harta kepada pelaku.

“Jika pendapatan dari hasil berdagang itu kalau dikalkulasi hanya mendapat 100 ribu, maka di dalam kotak tempat penyimpanan uang, jumlah uangnya sangat fantastis. Dengan demikian, bisa dibayangkan, berapa kekayaan yang bakal diraup oleh pelaku,” jelas Bapak kelahiran Jimbung Guo yang semenjak tahun 1972 hingga kini menjadi juri kunci Bulus Jimbung dan belum pernah digantikan ini kepada NAMALONEWS.

Penulis : Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M



Melihat Si Cantik Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung

Melihat Si Cantik Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung / Wisata




Pesona Air Terjun Guruh Gemurai di Riau

Pesona Air Terjun Guruh Gemurai di Riau / Travelling / Info WIsata 


Subscribe

Leave us your e-mail

Submit
Email Us


Namalo News adalah situs web berita, hiburan, dan musik Anda. Namalo News menyediakan berbagai berita dan video terbaru langsung dari industri hiburan dari dalam maupun luar negeri. Kami menyajikan informasi berdasarkan fakta bukan sekedar berita.

Follow Us

Get in Touch

Namalo News Situs Berita Online
Tel: +62 813 6632 9321
Whatsapp Us
Namalo News Situs Berita Online
Jl. Boulevard Raya Blok WE2 no 8B, Kelapa Gading